Pemrograman Dasar: Pseudo-code untuk Kondisional dan Perulangan

Posted on

Pada bagian Pemrograman Dasar: Cara Penulisan Pseudo-code Pada Algoritma telah dibahas bagaimana penulisan pseudo-code. Pseudo-code bukanlah bahasa pemrograman. Pseudo-code ditulis agar mudah dipahami tanpa terikat dengan aturan bahasa pemrograman yang kaku. Berikut adalah contoh penulisan pseudo-code untuk perintah kondisional dan perulangan. Aturan penulisan pseudo-code dapat mengacu pada Pemrograman Dasar: Cara Penulisan Pseudo-code Pada Algoritma.

PROGRAM PenentuanKelulusan

DEKLARASI
int N

ALGORITMA
read(N)
IF (N >= 55) THEN
write("Lulus")
ELSE
write("Tidak lulus")
END IF

Penjelasan Pseudo-code:

  • Judul dari algoritma adalah PenentuanKelulusan yang dituliskan di awal pseudo-code.
  • Pada bagian deklarasi, terdapat 1 buah variabel, yaitu N. Variabel N dideklarasikan sebagai variabel berjenis int atau bilangan bulat dengan pertimbangan bahwa nilai yang akan dimasukkan nantinya berupa bilangan bulat.
  • Pada bagian isi, terdapat 2 buah perintah, yaitu:
    (a) Perintah read(N). Perintah ini digunakan untuk meminta masukan dari pengguna.
    (b) Perintah IF … THEN … ELSE … END IF. Perintah ini akan melakukan seleksi apakah nilai N yang telah dimasukkan oleh user di perintah sebelumnya lebih besar atau sama dengan 55 atau tidak. Jika benar bahwa nilai N yang dimasukkan lebih besar atau sama dengan 55, maka yang dijalankan adalah perintah di bawah THEN, yaitu write(“Lulus”), namun jika kondisi tersebut salah (N di bawah 55), maka yang dijalankan adalah perintah setelah ELSE, yaitu write(“Tidak lulus). Untuk perintah IF … THEN … ELSE akan selalu diakhiri dengan END IF.

Contoh Pseudo-code untuk perulangan:

PROGRAM FPB

DEKLARASI
int a, b, r

ALGORITMA
read(a, b)
WHILE (b <> 0)
r <- a mod b
a <- b
b <- r
END WHILE
write("Hasil FPB:", a)

Penjelasan pseudo-code:

  • Judul dari algoritma adalah FPB yang dituliskan di awal pseudo-code.
  • Pada bagian deklarasi, terdapat 3 buah variabel, yaitu a, b dan r yang ketiganya dideklarasikan sebagai bilangan bulat.
  • Pada bagian isi terdapat beberapa perintah, yaitu read(a, b) yang digunakan untuk meminta masukan a dan b. Perintah berikutnya merupakan perintah perulangan yang akan mengulang semua perintah di antara baris WHILE dan END WHILE. Kondisi perulangan adalah b tidak sama dengan 0. Artinya, selama nilai dari variabel b tidak sama dengan 0, maka ada 3 perintah yang akan dijalankan, yaitu memberi nilai r dengan sisa bagi dari a dan b, mengubah nilai a menjadi b dan mengubah nilai b menjadi r. Perintah terakhir setelah keluar dari perulangan adalah mencetak isi dari a.

 

 

Gravatar Image
Program Studi Teknik Informatika, Universitas Ma Chung, Malang - www.machung.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *