Pemrograman Dasar: Perintah Kondisional (IF) pada Python

Posted on

Dalam pembuatan program seringkali diperlukan eksekusi perintah berdasarkan suatu kondisi tertentu. Misalnya mencetak “Lulus” atau “Tidak lulus” berdasarkan nilai ujian, memberikan nilai untuk gaji pokok berdasarkan lama bekerja, menambah score ketika pemain berhasil menyelesaikan suatu misi tertentu dan sebagainya.
Dalam bahasa pemrograman, untuk mengatur eksekusi perintah berdasarkan suatu kondisi dapat digunakan perintah if. Format penulisan perintah if pada Python adalah sebagai berikut:

if kondisi:
  perintah A1 
  perintah A2

perintah B
perintah C

Kondisi merupakan suatu keadaan yang bernilai yang benar atau salah. Misalnya, kondisi c > b (variabel c lebih besar dari variabel b), a == 4 (variabel a sama dengan 4). Kondisi diakhir dengan tanda : (titik dua). Jika kondisi bernilai benar, maka perintah yang dieksekusi adalah perintah yang diindentasi, yaitu perintah A1 dan A2. Perintah B dan C akan selalu dieksekusi tanpa tergantung dari kondisi karena perintah B dan C bukan bagian dari perintah if (tidak diindentasi/sejajar dengan if).
Format perintah if di atas merupakan format penulisan yang hanya menyaring jika kondisi bernilai benar (dengan menjalankan perintah A1 dan A2). Jika diperlukan untuk mengeksekusi suatu perintah jika kondisi bernilai salah, maka dapat ditambahkan else: (else diikuti dengan tanda titik dua) setelah blok perintah kondisi bernilai benar.

if kondisi:
  perintah A1 
  perintah A2
else:
  perintah A3
  perintah A4

perintah B
perintah C

Dengan format perintah if di atas, perintah A3 dan A4 hanya akan dijalankan ketika kondisi bernilai salah. Untuk perintah B dan C tetap akan dijalankan tanpa bergantung pada nilai kondisi.
Contoh kode Python menggunakan perintah if:

# Program if-1
a = input()
if a >= 3: 
  a = a + 2

a = a + 1

Pada kode di atas, yang disebut kondisi adalah a >= 3. Jika nilai a lebih besar dari 3, maka eksekusi perintah adalah a = a + 2 yang dilanjutkan dengan a = a + 1. Jika nilai a lebih kecil dari 3, maka perintah yang dijalankan hanya a = a + 1.
Contoh berikut digunakan untuk menentukan apakah suatu bilangan bulat merupakan bilangan genap atau ganjil dengan menggunakan format if – else.

# Program if-2
a = input()
if a % 2 = 0:
print "Genap"
else:
print "Ganjil"

 

 

Gravatar Image
Program Studi Teknik Informatika, Universitas Ma Chung, Malang - www.machung.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *