Cara Kerja Teknologi Blockchain

Posted on

Teknologi blockchain diaplikasikan dalam suatu software atau aplikasi. Software ini harus mampu memastikan tercapainya semua karakteristik blockchain yang immutable (setiap catatan transaksi yang ada tidak dapat dihapus atau dimodifikasi), distributed ledger (semua catatan transaksi disebarkan ke semua pihak/node), terdesentralisasi (tidak ada yang mengontrol) serta dapat mengatasi permasalahan double spending untuk memastikan kepemilikan dan melindungi aset digital.

Dengan menggunakan teknologi Blockchain, diharapkan pemilik aset digital dapat menggunakan aset digitalnya untuk keperluan yang ditentukan (pemindahan kepemilikan aset), orang lain tidak dapat mengakses aset digital yang menjadi miliknya dan sebaliknya dia juga tidak dapat semena-mena memindahkan aset digital milik pihak lain ke dirinya sendiri.

Untuk mencatat kepemilikan, teknologi blockchain menyimpan semua transaksi catatan transaksi (dalam bentuk digital) yang mendeskripsikan:

  • Siapa (akun/wallet) yang hendak memindahkan kepemilikan asetnya.
  • Kepada siapa (akun/wallet) aset di atas akan ditransfer.
  • Berapa jumlah aset yang hendak dipindahtangankan.
  • Waktu terjadinya transaksi
  • Fee yang dibayarkan kepada sistem untuk mengeksekusi transaksi
  • Bukti bahwa akun pemilik aset telah menyetujui pemindahtanganan aset dari dirinya ke akun/wallet lain.

Semua informasi tersebut dicatat pada catatan (ledger) secara terus menerus tanpa henti. Catatan (ledger) ini diistilahkan dengan blok. Setiap kali transaksi (pemindahtanganan aset) terjadi, akan muncul sebuah blok baru yang didistribusikan ke seluruh node sehingga akan terbentuk rantai blok yang panjang yang berisi semua catatan transaksi dari awal sampai akhir.
Dengan history pencatatan yang lengkap, maka dapat dilakukan penelusuran pemindahantangan aset dari siapa ke siapa. Di dalamnya juga dapat ditelusuri berapa total aset dari suatu akun/wallet serta transaksi-transkaksi yang pernah dilakukan.

Isu yang krusial pada proses pemindahantangan aset adalah otorisasi. Pemindahantangan aset harus dilakukan oleh pemilik sah yang dapat dibuktikan kepemilikannya serta ada persetujuan pemindahantangan aset. Untuk memecahkan isu ini, pendekatan yang diakukan oleh teknologi Blockchain adalah dengan menggunakan fungsi hash.

Gravatar Image
Program Studi Teknik Informatika, Universitas Ma Chung, Malang - www.machung.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *